TOMOHON|||CK- Kepala Dinas PPKB Kota Tomohon, Mareyke Manengkey, memberikan materi dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan serta Penanganan Stunting di Kelurahan Pinaras, Kecamatan Tomohon Selatan, Kamis (13/11/2025).
Dalam paparannya, Manengkey menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan dan penurunan stunting harus dilakukan secara gotong royong, atau mapalus. Pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama agar target menuju Zero Stunting tahun 2026 bisa tercapai,” ujar Manengkey.
Ia menjelaskan, berkat berbagai intervensi yang dilakukan, beberapa anak di Kota Tomohon telah keluar dari kategori stunting. Selain karena perbaikan gizi dan pola asuh, sebagian anak juga telah dinyatakan tidak stunting akibat faktor usia.
“Kita bersyukur, berkat kerja bersama lintas sektor dan dukungan masyarakat, angka stunting di Tomohon terus menurun. Tahun 2026 kami optimis bisa mencapai Zero Stunting, sesuai program Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” tambahnya.
Lebih lanjut, Manengkey menekankan pentingnya peran para kader kesehatan, PKK, dan pemerintah kelurahan dalam mendeteksi dan mencegah kasus stunting sejak dini.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing. Para kader di tingkat bawah perlu memahami langkah-langkah percepatan penurunan stunting agar upaya ini berjalan efektif,” tutupnya.
Manengkey mengakui ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tomohon untuk memperkuat kesadaran masyarakat dan memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting.
(MiRa)












