Iklan

Iklan Taman Eman dan Citra Regenci


 

Seruan Pemilu Damai, Bawaslu Tomohon Ajak Tolak Praktik Kecurangan

CitaKawanua.com
Sunday 11 February 2024, 14:18 WIB Last Updated 2024-02-11T23:28:18Z
Ketua Bawaslu Kota Tomohon Stenly Kowaas


Tomohon|||CK- Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak tahun 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tomohon, menyampaikan "Seruan Pemilu Damai", di seluruh tempat ibadah di Kota Tomohon. Minggu, (11/02/24).

Dalam seruan Pemilu Damai tersebut, Ketua Bawaslu Kota Tomohon Stenly Kowaas menyampaikan, Pemilihan umum adalah perayaan demokrasi yang patut dirayakan dengan penuh sukacita, damai, dan rasa kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang beradab.

"Beberapa hari lagi kita akan memasuki puncak perayaan Pemilu serentak 2024. Tepatnya pada tanggal 14 Februari 2024 seluruh anak bangsa yang berhak memilih akan menggunakan hak pilihnya. Pemilu kali ini merupakan pengalaman luar biasa bagi kita semua. Kita akan menjadi saksi sejarah dalam menentukan pemimpin bagi bangsa dan di Kota Tomohon yang sangat kita cintai bersama." kata Kowaas.

Lanjutnya, sebelum memasuki hari pemungutan dan penghitungan suara di tanggal 14 Februari, Masyarakat diperhadapkan dengan masa tenang yang dimulai dari tanggal 11 sampai dengan 13 Februari. Masa ini merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa.

"Berdasarkan pengalaman kita baik pada agenda pemilu sebelumnya, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik - praktik kecurangan: politik uang, propaganda Isu SARA, Penyebaran Berita Bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserta, bahkan tak jarang terjadi 
benturan kekerasan antar massa pendukung peserta pemilu." terangnya.

Menurutnya, praktik -praktik seperti itu tentu mengancam keutuhan bangsa. Salah satu persoalan klasik lainnya yang sering kita hadapi di setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan, yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan uang dalam jumlah vang tidak rasional untuk memengaruhi pilihan masyarakat.

"Politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan
demokrasi, melahirkan pemimpin bermental Koruptor, menghambat
pembangunan serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, sudah saatnya warga gereja untuk menolak dan
melawan politik uang." tegas Kowaas.

Diharapkannya, seluruh elemen masyarakat harus bersinergi 
untuk mewujudkan Pemilu yang berintegritas, Pemilu yang bersih dan
Bawaslu meyakini dengan dukungan Pemerintah, TNI dan Polri, Tokoh
Bermartabat. Agama dan warga gereja, kita dapat melaksanakan Pemilu ini dengan damai. Momentum Pemilu juga dapat dimaknai sebagai gerakan etik dan moral yang berbasis pada keyakinan, bahwa gereja, warga Masyarakat di Kota Tomohon, sanggup mendemonstrasikan suatu keunggulan berdemokrasi pada basis karakter sejati anak bangsa yang beradab, cinta perdamaian, menjunjung tinggi semangat, kekeluargaan, menghargai setiap perbedaan diantara sesama anak bangsa.

Pada akhirnya, Kowaas juga berharap semua harus memaknai pemilu bukanlah sekadar kontestasi politik dan sirkulasi elit, namun lebih dari itu ia merupakan dialektika yang menempatkan anak bangsa sebagai subjek dalam ruang pemaknaan demokrasi yang nyata dan kontekstual.

Pemilu 2024 akan menjadi daya dorong bagi seluruh warga warga gereja dan masyarakat di Kota Tomohon sebagai pemilik hak pilih untuk sadar dan menjunjung tinggi akan hak dan kewajibannya, saling menghormati, saling menghargai, saling menyatukan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

"Ayo Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan
Pemilu" ajaknya. (Red)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Seruan Pemilu Damai, Bawaslu Tomohon Ajak Tolak Praktik Kecurangan

Terkini

Iklan CK