Tomohon ||| CK — Upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terus dilakukan BLUD RSUD Anugerah Tomohon. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui pelaksanaan survei akreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), yang dimulai Senin (28/9/2026) di Command Center Pemerintah Kota Tomohon.
Survei akreditasi ini menjadi momentum bagi RSUD Anugerah Tomohon untuk mengevaluasi dan memperkuat berbagai aspek pelayanan, mutu, serta keselamatan pasien. Rumah sakit yang baru berusia sekitar enam tahun tersebut juga telah menunjukkan sejumlah capaian, termasuk status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta pengembangan 10 program pelayanan unggulan dan berbagai inovasi yang menjangkau masyarakat di dalam maupun di luar rumah sakit.
Pelaksanaan survei dihadiri Pemerintah Kota Tomohon selaku pemilik rumah sakit, Ketua Dewan Pengawas yang juga Sekretaris Kota Tomohon, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran struktural RSUD Anugerah Tomohon, serta para ketua komite dan kelompok kerja (Pokja).
Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Tomohon tersebut mendapat apresiasi dari tim surveior KARS sebagai bentuk dukungan terhadap proses akreditasi sekaligus peningkatan mutu pelayanan di RSUD Anugerah Tomohon.
Direktur BLUD RSUD Anugerah Tomohon, dr. Irene Pandeiroot, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kota Tomohon dalam seluruh proses akreditasi.
Menurut Irene, akreditasi bukan sekadar proses penilaian, melainkan momentum untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.
“Akreditasi bukan hanya sebuah penilaian, tetapi menjadi momentum untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” ujar Irene.
Ia menegaskan, seluruh jajaran BLUD RSUD Anugerah Tomohon memiliki komitmen untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
“Komitmen ini tidak berhenti pada proses akreditasi, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Irene memastikan seluruh jajaran rumah sakit siap mengikuti proses survei secara terbuka, sungguh-sungguh dan penuh komitmen.
“Kami siap mengikuti seluruh proses survei dengan terbuka, sungguh-sungguh dan penuh komitmen. Kami berharap seluruh rangkaian survei berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi BLUD RSUD Anugerah Tomohon,” ujarnya.
Ia pun berharap RSUD Anugerah Tomohon dapat mempertahankan sekaligus kembali meraih predikat Akreditasi Paripurna sebagai wujud komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkesinambungan.
“Kiranya kita dapat mempertahankan dan meraih kembali predikat Akreditasi Paripurna, sebagai wujud komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkesinambungan,” tambah Irene.
Sementara itu, surveior KARS Fredna JM Robot memberikan apresiasi terhadap perkembangan RSUD Anugerah Tomohon. Menurutnya, meski masih tergolong muda, rumah sakit tersebut telah mampu menunjukkan berbagai capaian yang memberikan dampak bagi masyarakat.
“RSUD Anugerah Tomohon ini terbukti bahwa rumah sakit yang dalam waktu 10 tahun terakhir baru berusia sangat muda sudah mencapai hal-hal yang luar biasa dan berdampak bagi masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya,” ungkap Fredna.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tomohon selaku pemilik rumah sakit yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap kemajuan dan peningkatan mutu pelayanan.
“Terima kasih untuk pemerintah dan pemilik, representasi pemilik rumah sakit, yang sudah berupaya dan turut membantu secara luar biasa bagi kemajuan peningkatan mutu demi pelayanan bagi masyarakat Kota Tomohon juga masyarakat sekitarnya,” tambahnya.
Fredna turut menyoroti capaian RSUD Anugerah Tomohon yang dalam usia sekitar enam tahun telah berstatus BLUD. Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sesuatu yang mudah.
Selain itu, keberadaan 10 program layanan unggulan, baik yang dikembangkan di dalam rumah sakit maupun melalui inovasi pelayanan di luar rumah sakit, menjadi bagian dari perkembangan yang mendapat perhatian tim surveior.
Surveior lainnya, dr. Vally Ratulangi, turut memberikan apresiasi terhadap upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang telah dilakukan RSUD Anugerah Tomohon.
Ia menilai tim mutu rumah sakit telah bekerja secara cermat dan konsisten, serta didukung dokumentasi kegiatan dan pelaporan yang lengkap.
“Saya mengapresiasi setiap upaya yang dilakukan. Setiap proses yang ada sudah dilakukan dengan begitu cermat, konsisten dan dokumentasi kegiatan serta pelaporannya ini juga sudah sangat lengkap,” ujar Vally.
Meski memberikan apresiasi, Vally juga menyampaikan sejumlah masukan untuk memperkuat pengelolaan indikator mutu di RSUD Anugerah Tomohon.
Menurutnya, rumah sakit perlu memastikan metode pengukuran, pengolahan dan pengumpulan data indikator mutu dilakukan secara sistematis sebelum masuk pada tahap perbaikan.
Ketika terdapat indikator yang belum mencapai target, kata Vally, rumah sakit perlu terlebih dahulu mengidentifikasi akar masalah melalui Root Cause Analysis (RCA), sebelum menentukan langkah perbaikan melalui metode Plan-Do-Study-Act (PDSA). “Kalau kita tahu penyebabnya, kita akan lebih tajam menyusun PDSA,” jelasnya.
Vally juga menekankan bahwa indikator mutu yang telah mencapai target secara konsisten tidak seharusnya hanya dipertahankan tanpa evaluasi. Indikator tersebut perlu dikembangkan atau diganti dengan indikator baru untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
“Tujuan penetapan indikator mutu adalah perbaikan dan peningkatan. Yang sudah aman dan sudah oke, kita tidak diam, kita ganti, kita cari lagi apa yang baru. Itu tantangan kita,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Tomohon terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Anugerah Tomohon.
Menurut Caroll, Pemerintah Kota Tomohon juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan melalui program Corong Suara Rakyat.
“Kalau ada keluhan yang ada di rumah sakit pasti bisa disampaikan. Selama ini keluhan di rumah sakit rupanya tidak ada karena pelayanan di rumah sakit luar biasa,” ujar Caroll.
Ia juga mengapresiasi berbagai program pelayanan yang dilakukan RSUD Anugerah Tomohon, termasuk layanan menjemput pasien dan pemeriksaan langsung ke rumah masyarakat.
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
Rangkaian survei akreditasi KARS akan dilanjutkan pada hari kedua dengan agenda telusur dokumen dan tahapan penilaian lainnya.
(MiRa)





