![]() |
Penulis: Micky Ratag
TOMOHON|||CK– Kunjungan Deputy Head of Mission (Wakil Duta Besar) Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, ke Kota Tomohon menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan sejarah, pendidikan, dan budaya antara Indonesia dan Belanda.
Didampingi Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi, Osco Letunggamu, Adriaan Palm mengunjungi sejumlah tempat bersejarah, termasuk SD Katolik Santa Clara Tomohon yang telah berdiri selama 118 tahun.
Kedatangan rombongan disambut meriah oleh para siswa melalui penampilan Tarian Kabasaran dan musik Kolintang, yang menggambarkan kekayaan budaya Minahasa sekaligus menjadi simbol penghormatan kepada tamu negara.
Di lingkungan sekolah, Adriaan Palm meninjau langsung bangunan peninggalan era kolonial Belanda yang hingga kini masih terawat. Ia juga mendengarkan penjelasan mengenai sejarah panjang SD Katolik Santa Clara yang didirikan oleh Kongregasi Societas Jesus Maria Joseph (JMJ) dan di bawah naungan Yayasan Joseph Esa Ene.
Pada kesempatan itu, Kepala SD Katolik Santa Clara Tomohon, Martha Sewow, M.Pd., mengaku bangga atas kunjungan tersebut yang dinilainya sebagai sebuah kehormatan besar bagi seluruh keluarga sekolah.
"Kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda merupakan kabar gembira sekaligus kehormatan besar bagi sekolah kami. Sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan di masa kini. Kami berharap kunjungan ini menginspirasi para siswa untuk terus belajar, mencintai sejarah, serta menjaga warisan budaya yang dimiliki Kota Tomohon," ujar Martha.
Sewow juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda ke sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus pengakuan terhadap nilai sejarah yang dimiliki Santa Clara sebagai salah satu sekolah tertua di Kota Tomohon.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda beserta rombongan yang telah berkenan mengunjungi SD Katolik Santa Clara Tomohon. Kehadiran ini menjadi kehormatan besar bagi seluruh keluarga besar sekolah. Kami berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Belanda serta menjadi motivasi bagi para siswa untuk mencintai sejarah, melestarikan warisan budaya, dan terus berprestasi. Santa Clara akan terus berkomitmen menjaga nilai-nilai sejarah, pendidikan, dan karakter yang telah diwariskan selama 118 tahun," ujar Martha Sewow.
Sementara itu, Deputy Head of Mission Kerajaan Belanda, Adriaan Palm, mengaku terkesan dengan nilai sejarah yang dimiliki SD Katolik Santa Clara.
"Ini adalah kunjungan yang penting dan bermakna. Kami melihat potensi besar di sini dan berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat di masa mendatang," ungkap Adriaan Palm melalui Osco.
Usai mengunjungi SD Katolik Santa Clara, rombongan melanjutkan agenda ke Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Tomohon dan Rumah Sakit Umum Gunung Maria, dua institusi bersejarah yang juga didirikan oleh Kongregasi Societas Jesus Maria Joseph (JMJ) dan memiliki peran besar dalam perkembangan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta karya sosial di Kota Tomohon.
Kunjungan resmi Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda tersebut disambut oleh Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, S.H., Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., Provinsial Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) Provinsi Manado Sr. Justien Tiwow, SJMJ, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon RD. Revi Tanod, Ph.D., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon Dolvin Karwur.





