![]() |
MANADO|||CK– Industri kreatif Sulawesi Utara kembali menunjukkan geliat positif. Film Free Wifi, produksi KPRO Film, resmi menggelar Gala Premiere di Studio XXI Manado Town Square (Mantos) 3, Selasa (21/7/2026).
Gala Premiere film karya sineas Sulawesi Utara ini dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. bersama Ketua TP-PKK Sulut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Devi Tanos, para pemain, kru produksi, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kehadiran Gubernur menjadi bukti nyata dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap kemajuan industri perfilman lokal yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus media promosi pariwisata daerah.
Disutradarai Dony Mamahit, Free Wifi mengangkat kisah kehidupan generasi muda dengan balutan komedi khas Sulawesi Utara. Mengusung slogan "Ngana Lari... Kita Dusu!", film ini menghadirkan nuansa budaya lokal melalui dialek, karakter masyarakat, hingga lokasi-lokasi ikonik yang menjadi latar cerita.
Film tersebut dibintangi sederet aktor dan komedian, di antaranya Annette Edoarda, Jilli Lavenia, Mongol Stres, Mando G.W., Putra Dinata, serta sejumlah talenta lokal lainnya.
Pada kesempatan, Gubernur Yulius Selvanus mengapresiasi dedikasi para sineas Sulawesi Utara yang terus menghadirkan karya berkualitas dan mampu menembus jaringan bioskop nasional.
Menurutnya, film bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya, destinasi wisata, serta identitas masyarakat Sulawesi Utara kepada publik yang lebih luas.
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendukung lahirnya karya-karya kreatif seperti ini. Semoga Free Wifi tidak hanya sukses di bioskop, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi Sulawesi Utara ke tingkat nasional bahkan internasional," ujar Gubernur.
Ia berharap semakin banyak sineas muda Sulawesi Utara yang terus berkarya dan menjadikan daerah ini sebagai lokasi produksi film yang mampu memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, Devi Tanos, menilai kehadiran film Free Wifi menjadi bukti bahwa subsektor perfilman semakin berkembang sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif.
"Perfilman merupakan salah satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Kami melihat karya-karya seperti ini terus berkembang di Sulawesi Utara. Dari penjelasan produser, sudah beberapa film yang berhasil diangkat dari daerah ini. Tentunya hal tersebut menjadi media yang sangat efektif untuk mempromosikan Sulawesi Utara, khususnya sektor pariwisata," ujar Devi.
Ia mengaku bangga karena film tersebut benar-benar menampilkan identitas Sulawesi Utara yang begitu dekat dengan masyarakat.
"Saya bangga dengan film ini. Para pemerannya kita kenal semua, dialek yang digunakan sangat khas dan akrab bagi masyarakat Sulawesi Utara, begitu juga lokasi syutingnya yang merupakan tempat-tempat yang kita kenal. Ini menjadi kekuatan tersendiri dalam memperkenalkan daerah kepada masyarakat Indonesia," katanya.
Menurut Devi, kehadiran film lokal berkualitas akan semakin memperkuat promosi pariwisata Sulawesi Utara, terlebih dengan semakin banyaknya agenda berskala nasional dan internasional yang digelar di daerah ini.
"Dengan adanya event-event berskala nasional maupun internasional, kami berharap jumlah kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan nusantara, akan terus meningkat. Film seperti Free Wifi menjadi salah satu sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Sulawesi Utara," tuturnya.
Sementara itu, Executive Producer KPRO Film, Lucia Goni, optimistis Free Wifi mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya warga Sulawesi Utara yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendukung karya anak daerah.
Menurut Lucia, pihaknya menargetkan sedikitnya 100 ribu penonton dari Sulawesi Utara sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan industri perfilman lokal.
"Target kami sebanyak-banyaknya, minimal 100 ribu penonton dari Sulawesi Utara. Film Free Wifi akan diputar di 35 bioskop di seluruh Indonesia," ujar Lucia.
Ia menjelaskan, mulai Rabu (22/7/2026), Free Wifi resmi tayang serentak di 35 bioskop se-Indonesia, termasuk di Cinema XXI Manado Town Square (Mantos) 1.
Lucia pun mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk bersama-sama menyukseskan film tersebut dengan menontonnya di bioskop.
"Ayo seluruh rakyat Sulawesi Utara, jadilah tuan rumah di tanah kita sendiri. Mari datang ke bioskop dan nonton film karya anak Sulawesi Utara. Dukungan masyarakat sangat berarti bagi kami untuk terus berkarya," katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan Free Wifi bukan menjadi akhir perjalanan KPRO Film, melainkan motivasi untuk terus melahirkan karya-karya yang lebih berkualitas.
"Ke depan kami akan membuat film yang lebih baik lagi. Kami ingin terus mengangkat cerita, budaya, dan potensi Sulawesi Utara agar semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional," tutup Lucia.
Gala premiere berlangsung meriah dengan antusiasme para undangan yang memadati Studio XXI Mantos 3 untuk menyaksikan penayangan perdana film tersebut. Melalui Free Wifi, KPRO Film kembali membuktikan bahwa karya sineas Sulawesi Utara memiliki kualitas untuk bersaing di industri perfilman nasional sekaligus menjadi etalase promosi budaya, pariwisata, dan potensi daerah melalui layar lebar.





