![]() |
Tomohon|||CK- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon menggelar Forum Perangkat Daerah dan Forum Konsultasi Publik di sekretariat dinas, Jumat (13/2/2026), sebagai langkah strategis menyusun program prioritas pendidikan yang lebih terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi peserta didik di Tomohon.
Forum ini menjadi ruang sinkronisasi antara pemerintah, pemangku kepentingan pendidikan, serta masyarakat untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan riil sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kota Tomohon, Juliana Dolvin Karwur, menegaskan bahwa perencanaan pendidikan ke depan tidak lagi bersifat administratif semata, melainkan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan dan hasil belajar siswa.
“Fokus kami bukan hanya membangun fisik sekolah, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia, karakter, dan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.
Karwur menegaskan bahwa tahun 2027 akan menjadi momentum percepatan transformasi pendidikan daerah.
“Fokus kami bukan sekadar program rutin. Tahun 2027 adalah tahun penguatan fondasi. Kami memprioritaskan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan agar semua sekolah memiliki sarana yang layak, aman, dan representatif. Tidak boleh ada lagi kesenjangan fasilitas antarwilayah,” tegas Dolvin.
Ia menjelaskan, peningkatan mutu akademik akan diperkuat melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat pemetaan capaian belajar siswa secara objektif.
“Melalui TKA, kami bisa membaca kemampuan riil peserta didik sehingga intervensi pembelajaran lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Selain aspek akademik, pendidikan karakter juga menjadi perhatian utama melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. “Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, disiplin, mandiri, dan berdaya saing. Pendidikan karakter menjadi ruh dari seluruh proses belajar,” tambahnya.
Dolvin juga menekankan percepatan digitalisasi pembelajaran di seluruh sekolah. “Digitalisasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Sekolah harus adaptif dengan teknologi, baik dalam metode mengajar, bahan ajar, maupun sistem administrasi,” katanya.
Di sisi sumber daya manusia, dinas akan mengintensifkan pelatihan guru dan tenaga kependidikan, khususnya pada tata kelola manajemen, peningkatan kompetensi, serta pendekatan pembelajaran mendalam.
“Guru adalah kunci kualitas pendidikan. Karena itu, pelatihan berkelanjutan mutlak dilakukan agar guru lebih profesional dan inovatif,” jelasnya.
Sementara itu, sistem penerimaan murid baru (SPMB) juga akan dibenahi agar lebih transparan, adil, dan akuntabel.
(MiRa)
“Kami ingin memastikan akses pendidikan merata tanpa diskriminasi. Sistem penerimaan harus bersih, terbuka, dan memberi kesempatan yang sama bagi semua anak,” tandas Dolvin.
Forum ini diharapkan menghasilkan rumusan program yang realistis, terukur, dan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan di Tomohon, sekaligus menjadi pijakan kuat penyusunan rencana kerja tahun anggaran 2027.












