![]() |
SULUT|||CK— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengajak seluruh masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih satu tiang penuh pada 14 Februari 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap Peristiwa Merah Putih, momentum bersejarah perjuangan rakyat Sulut mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari upaya kembalinya kekuasaan Belanda (NICA).
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Sulawesi Utara Nomor 100.3.4/26.687/SEKR tentang Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, yang ditujukan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sulut.
Dalam surat itu, seluruh kantor pemerintah, swasta, satuan pendidikan hingga masyarakat di rumah masing-masing diminta mengibarkan bendera sebagai simbol nasionalisme dan penghargaan atas jasa para pejuang daerah.
Peristiwa Merah Putih sendiri merupakan aksi heroik rakyat Sulawesi Utara yang terjadi di Manado pada 14 Februari 1946. Para pejuang menyerbu markas militer Belanda di Teling, melumpuhkan pasukan kolonial, merobek warna biru pada bendera Belanda, lalu mengibarkan Merah Putih sebagai lambang kedaulatan Republik Indonesia.
Gerakan ini dipimpin tokoh militer dan sipil, di antaranya Letkol Charles Choesi Taulu, Sersan S.D. Wuisan, serta mendapat dukungan tokoh nasional Sam Ratulangi. Aksi tersebut menjadi bukti nyata kesetiaan rakyat Sulut terhadap NKRI sejak awal kemerdekaan.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperkuat semangat kebangsaan.
“Peristiwa Merah Putih adalah bukti bahwa rakyat Sulawesi Utara berdiri paling depan menjaga kedaulatan Republik. Semangat patriotisme itu harus terus kita wariskan kepada generasi muda. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat mengibarkan Merah Putih sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan para pahlawan,” ujar Gubernur.
Ia menambahkan, nilai persatuan, keberanian, dan loyalitas terhadap NKRI harus terus dihidupkan di tengah tantangan zaman.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sulut menekankan pentingnya peringatan sejarah sebagai penguat identitas daerah.
“Peristiwa ini adalah kebanggaan Sulawesi Utara. Kita tidak boleh melupakan sejarah perjuangan daerah sendiri. Dengan mengibarkan bendera, kita menunjukkan bahwa semangat Merah Putih tetap menyala dan Sulut tetap teguh di belakang NKRI,” kata Wakil Gubernur.
Yulius-Vicktor berharap seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif, sehingga peringatan 14 Februari menjadi momentum refleksi bersama atas perjuangan dan pengorbanan para pahlawan Sulawesi Utara.
(Red*)












