![]() |
MANADO|||CK – Sebanyak 11 pasangan suami istri (pasutri) asal Kota Tomohon akhirnya memperoleh kepastian hukum atas ikatan perkawinan mereka melalui Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah serta Pencatatan Perkawinan Massal yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (21/7/2026).
Momentum bersejarah tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar, yang menjadi saksi resmi bagi pasangan asal Tomohon.
Suasana penuh sukacita mewarnai pelaksanaan kegiatan yang diikuti 130 pasangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus bertindak sebagai saksi pihak pria, sedangkan para kepala daerah dan wakil kepala daerah menjadi saksi pihak wanita, termasuk Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar.
Prosesi pencatatan perkawinan bagi pasangan asal Kota Tomohon dilaksanakan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tomohon, Royke Roeroe, sebagai bentuk pengesahan administrasi negara atas perkawinan yang telah diberkati secara agama.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa legalitas perkawinan merupakan hak mendasar setiap warga negara. Ia mengingatkan bahwa pemberkatan secara agama saja belum cukup apabila belum diikuti dengan pencatatan resmi oleh negara.
"Kalau cuma menikah di gereja atau masjid, secara agama sah, tetapi secara negara belum. Hak-hak seperti Kartu Keluarga (KK) tidak bisa didapatkan jika belum tercatat di Dukcapil. Hari ini, 130 pasangan resmi diakui oleh hukum dan pemerintah," tegas Gubernur Yulius.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus beserta seluruh jajaran, atas penyelenggaraan program yang dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kota Tomohon dan Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan yang sangat mulia ini," ujar Sendy.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar meresmikan ikatan suci perkawinan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian hukum, perlindungan hak-hak sipil, serta memperkuat ketahanan keluarga.
"Kegiatan ini bukan sekadar menjadi momentum untuk meresmikan ikatan suci perkawinan, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam menghadirkan kepastian hukum, perlindungan, dan penguatan ketahanan keluarga di tengah masyarakat," katanya.
Sendy juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pasangan yang menerima pemberkatan dan pengesahan perkawinan. Ia menyebut momen tersebut menjadi pengalaman istimewa karena disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara dan para kepala daerah.
"Selamat kepada seluruh pasangan yang hari ini menerima berkat dan pengesahan perkawinan. Momentum ini menjadi sejarah yang tak terlupakan karena yang menjadi saksi pihak pria adalah Bapak Gubernur Sulawesi Utara, sedangkan saksi pihak wanita adalah kepala daerah atau wakil kepala daerah masing-masing kabupaten dan kota," tuturnya.
Ia mengungkapkan, Kota Tomohon mengutus 11 pasangan suami istri untuk mengikuti pencatatan perkawinan massal tersebut.
Lebih lanjut, Sendy menilai kebersamaan seluruh pasangan dari berbagai daerah di Sulawesi Utara mencerminkan semangat persatuan dan nilai luhur Torang Samua Basudara yang terus dijaga masyarakat Sulawesi Utara.
"Momentum kebersamaan seluruh pasangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara pada hari ini menjadi simbol persatuan. Meskipun berasal dari latar belakang, budaya, dan daerah yang berbeda, kita dipersatukan oleh nilai-nilai kekeluargaan, toleransi, dan semangat Torang Samua Basudara yang menjadi identitas masyarakat Sulawesi Utara," ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini semakin banyak keluarga memiliki legalitas perkawinan yang sah, memperoleh hak-hak administrasi kependudukan secara utuh, serta mampu membangun keluarga yang harmonis, sejahtera, dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.





