Iklan

DAW Honda








Pemrov Sulut



Nenek 83 Tahun Juara Pasanggiri Angklung AHM, Kalahkan 1.700 Peserta

CitaKawanua.com
Tuesday, 10 February 2026, 10:03 WIB Last Updated 2026-02-10T01:03:16Z


JAKARTA|||CK — Usia tak menjadi batas untuk berprestasi. Di tengah ratusan generasi muda, seorang nenek berusia 83 tahun justru tampil paling memukau dan sukses membawa timnya menjadi juara dalam Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH) yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM). Semangatnya membuktikan bahwa musik tradisional mampu menyatukan lintas usia sekaligus menjaga warisan budaya bangsa.


Adalah Merrywati Peruba, anggota grup angklung Gita Pundarika NSI, yang telah aktif bermain angklung sejak 1979. Bersama 39 rekannya yang rata-rata berusia di atas 50 tahun, ia tampil percaya diri membawakan lagu Donau Wellen di babak final.


Penampilan mereka yang harmonis, kompak, dan penuh penghayatan sukses memikat dewan juri. Tim asal DKI Jakarta tersebut akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama kategori umum, mengungguli sekitar 1.700 peserta lain dari berbagai daerah di Indonesia.


“Bermain angklung menjadi salah satu cara untuk memperkuat daya ingat, memberikan kenyamanan dan perasaan bahagia. Dari angklung kita belajar pentingnya kerja sama untuk menghasilkan melodi yang indah dan harmonis. Ajang PASH bagi kami adalah ruang untuk berkreasi sekaligus mengekspresikan hobi bermusik,” ujar Merrywati di sela kompetisi pekan lalu.


Final PASH digelar pada Kamis, 5 Februari 2026. Selain kategori umum, AHM juga memberikan penghargaan bagi pemenang kategori Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Seluruh pemenang berhasil menyisihkan ribuan peserta dari 21 kabupaten dan kota di Tanah Air.


Tak hanya itu, dua tim juga terpilih sebagai angklung terfavorit berdasarkan dukungan warganet di media sosial. Para peserta menampilkan aransemen kreatif dengan berbagai genre, mulai dari lagu daerah, lagu anak-anak, hingga original soundtrack film.


“Ini membuktikan angklung mampu berpadu dengan berbagai jenis musik. Teknik permainan, kreativitas aransemen, hingga estetika penampilan menjadi poin utama penilaian,” kata Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication AHM.


Ia menambahkan, ajang ini menjadi bukti bahwa angklung tetap relevan di era modern sekaligus berperan sebagai sarana komunikasi lintas generasi.


“Angklung bukan sekadar alat musik bersejarah, tetapi juga mengajarkan konsistensi, daya juang, dan harmonisasi kerja tim. Nilai-nilai ini penting dalam membentuk generasi unggul. PASH menjadi wadah eksplorasi musik tradisional dengan cara yang kekinian dan menyenangkan,” tutup Muhibbuddin.


(MiRa)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Nenek 83 Tahun Juara Pasanggiri Angklung AHM, Kalahkan 1.700 Peserta

Terkini

Iklan CK