TOMOHON|||CK — Upaya modernisasi layanan pajak daerah di Kota Tomohon memasuki babak baru. Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) segera mengoperasikan Kios Mandiri Satu Anjungan (KRISAN), sebuah mesin layanan otomatis yang memungkinkan masyarakat membayar pajak hanya dalam hitungan detik.
Kabid Pengelolaan Pendapatan, Friedel Liuw, ST, MAP, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari arahan dan bimbingan pimpinan BPKPD, termasuk Kepala BPKPD Drs. Gerardus Mogi, MAP. KRISAN dirancang untuk memangkas alur birokrasi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan mudah.
Melalui mesin KRISAN, wajib pajak hanya perlu memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP). Sistem akan otomatis menampilkan tagihan yang harus dibayar. Jika layar tidak menampilkan angka, berarti wajib pajak telah menyelesaikan seluruh kewajibannya.
“Masyarakat cukup memasukkan NOP. Jika data muncul, langsung bisa dibayar. Jika tidak ada tampilan, berarti kewajiban sudah diselesaikan,” jelas Friedel.
Selain PBB-P2, KRISAN turut mendukung pembayaran berbagai jenis pajak dan retribusi lain seperti Pajak Restoran, Pajak Hotel, Retribusi Parkir, hingga BPHTB, sehingga menjadi pusat layanan mandiri yang komprehensif.
Pada tahap awal, KRISAN akan ditempatkan di Mall Pelayanan Publik, sebelum diperluas ke pusat perbelanjaan dan titik strategis lainnya. Mesin ini juga disiapkan untuk berjalan berdampingan dengan aplikasi online APPLY-PD, sebagai upaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Friedel menegaskan bahwa setiap rupiah pajak dan retribusi yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk program pemerintah untuk peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan warga.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan BPKPD atas dukungan dalam proses pengembangan inovasi ini.
“Terima kasih atas mentoring langsung dari pimpinan dan Kepala BPKPD Bapak Gerardus Mogi, sehingga KRISAN dapat diwujudkan sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban saya dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Pemkot Tomohon Angkatan V Tahun 2025,” tandasnya.
(MiRa)











