TOMOHON|||CK — Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan Sulawesi Utara. Mengusung tema “Collaboration of Spirit”, TIFF 2026 bukan sekadar perayaan bunga dan budaya, tetapi menjadi panggung kolaborasi yang memperkuat kemitraan, merayakan keberagaman serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap penyelenggaraan TIFF sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional hingga internasional.
Menurutnya, keberhasilan TIFF merupakan hasil kerja bersama untuk semakin memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia yang memiliki daya saing di tingkat global.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius juga menyoroti dampak nyata TIFF terhadap masyarakat, khususnya petani bunga dan pelaku ekonomi kreatif.
“Festival ini juga menjadi motor kebangkitan ekonomi kreatif masyarakat, yang dampaknya dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Semangat gotong royong dalam penyelenggaraan TIFF 2026, lanjutnya, telah memberikan dampak ekonomi yang nyata. Tahun ini, sebanyak 37 petani bunga lokal secara swadaya menyiapkan sekitar 353.000 pohon bunga krisan untuk mendukung pelaksanaan festival.
Sementara itu, sebanyak 35 kendaraan hias ambil bagian dalam parade TIFF 2026, terdiri dari 17 kendaraan hias berukuran besar dan 18 kendaraan hias berukuran kecil. Parade tersebut diperkirakan menyerap lebih dari 210.000 tangkai bunga segar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa TIFF bukan hanya menghadirkan pertunjukan visual, tetapi menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat. Mulai dari petani bunga, perajin dan dekorator, hingga sektor kuliner, perhotelan, transportasi dan berbagai usaha pendukung lainnya ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan festival.
Gubernur Yulius menilai kolaborasi antara seni, florikultura dan pariwisata melalui TIFF dapat menjadi salah satu kekuatan Sulawesi Utara dalam mengembangkan ekonomi kreatif sekaligus memperluas pasar pariwisata daerah.
“Melalui festival ini kita tidak hanya mempertontonkan keindahan dan keberagaman flora, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperkuat potensi agrowisata unggulan serta mempererat persahabatan dan diplomasi budaya antarnegara,” ujarnya.
Gubernur Yulius berharap TIFF dapat terus mendapat dukungan bersama, baik untuk main event maupun berbagai side event, sehingga penyelenggaraannya dapat terus berlanjut dan berkembang semakin besar.
Ia berharap TIFF mampu menjadi ikon kebanggaan Kota Tomohon, Sulawesi Utara dan Indonesia di mata dunia.
“Semoga Tomohon International Flower Festival dapat terus kita dukung bersama, terus berkembang semakin megah dan senantiasa menjadi ikon kebanggaan Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara dan kebanggaan nasional di kancah dunia,” pungkasnya.
Sementara itu, dukungan terhadap pengembangan TIFF juga datang dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar.
Irene mengatakan kehadirannya di Tomohon merupakan bagian dari komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif setelah sebelumnya menerima audiensi Pemerintah Kota Tomohon pada pertengahan Juli 2026.
Ia berharap TIFF tidak berhenti sebagai agenda pariwisata tahunan, tetapi berkembang menjadi Intellectual Property (IP) daerah berbasis florikultura yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.
Dengan demikian, TIFF diharapkan mampu memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku usaha dan petani bunga krisan lokal.
Sementara itu, Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia TIFF 2026 yang telah bekerja menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Caroll juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran para duta besar negara sahabat yang turut memberikan warna dalam penyelenggaraan TIFF 2026.
Penghargaan turut disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan, termasuk jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Tomohon yang memberikan dukungan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
"TIFF tahun 2026 mengusung tema “Collaboration of Spirit”, TIFF 2026 menjadi gambaran nyata bahwa kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dibangun sendiri. Pemerintah, masyarakat, petani bunga, pelaku usaha, komunitas kreatif, dunia usaha hingga mitra internasional bergerak dalam satu semangat yang sama." terang Caroll.





