DAW Honda


 

Iklan

Pemrov Sulut

Peduli Ancaman Stroke di Sulut, Sarjana Angkatan Pertama STIKES Gunung Maria Gelar Seminar Ilmiah

CitaKawanua.com
Friday, 8 May 2026, 13:24 WIB Last Updated 2026-05-09T05:03:00Z




Tomohon|||CK- Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-90 Pendidikan Kesehatan Gunung Maria Tomohon, Sarjana keperawatan angkatan pertama, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Gunung Maria Tomohon menggelar Seminar Keperawatan bertema “Penanganan Stroke dan Rehabilitasi Stroke” di Aula STIKES Gunung Maria Tomohon. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa keperawatan, tenaga kesehatan, alumni, hingga masyarakat umum. Jumat, (08/05/26).


Ketua STIKES Gunung Maria Tomohon, Henny Pongantung, Ns., MSN., Dn.Sc, menegaskan bahwa seminar tentang stroke sangat penting mengingat Sulawesi Utara menjadi salah satu daerah dengan angka penyakit stroke tertinggi di Indonesia.


Menurutnya, persoalan stroke harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen, baik masyarakat, pemerintah, maupun tenaga kesehatan, karena berdampak pada tingginya angka kematian dan kecacatan yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia.


Ia menjelaskan, beberapa penyakit seperti hipertensi dan diabetes melitus menjadi faktor utama penyebab stroke. Berdasarkan data kesehatan Indonesia tahun 2023, penyakit tidak menular, khususnya stroke, menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Sulawesi Utara.



“Melalui seminar ini kami ingin memberikan pemahaman tentang pencegahan stroke serta bagaimana perawatan pasien stroke ketika kembali ke rumah. Perawat nantinya harus mampu mendampingi pasien dan keluarga selama proses pemulihan,” ujarnya.


Henny juga berpesan kepada para perawat, khususnya lulusan Akper dan STIKES Gunung Maria Tomohon, agar memiliki pengetahuan, kesabaran, serta kemampuan edukasi yang baik dalam menangani pasien stroke.


Menurutnya, perawatan pasien stroke membutuhkan proses panjang, bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sehingga keluarga pasien juga perlu mendapat pendampingan yang tepat.




“Kami berharap para perawat yang nantinya melakukan home care memiliki pengetahuan yang cukup untuk dibagikan kepada pasien dan keluarga,” katanya.


Ia juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat sebagai langkah utama mencegah stroke. Pemerintah pun diharapkan dapat menyusun kebijakan terkait olahraga teratur, pola makan sehat, nutrisi, dan pemeliharaan kesehatan masyarakat guna menekan angka penyakit stroke.


Pada kesempatan itu, Henny turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia didalamnya Alumni StiKes angkatan I, yang dinilai bekerja maksimal dalam menyukseskan seminar tersebut dengan menghadirkan dokter spesialis, alumni, pemerintah, dinas kesehatan, hingga para lanjut usia.


Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Imelda Tangka, Amd, Kep yang diwakili oleh Penanggung Jawab Umum Seminar Keperawatan, Steven Siama, Amd Kep, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program kampus yang sejalan dengan visi dan misi STIKES Gunung Maria Tomohon dalam meningkatkan kepedulian terhadap penanganan stroke.



Ia berharap seminar tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penanganan awal stroke serta membekali mahasiswa dan perawat muda dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tepat di tengah masyarakat.


“Kami berharap masyarakat dapat mengetahui cara penanganan stroke sejak dini, sehingga bisa melakukan langkah penanggulangan dengan cepat dan tepat,” katanya.


Di sisi lain, Ketua Panitia Dies Natalis ke-90 Pendidikan Gunung Maria Tomohon Ns. Petrus J. Yaenuri, S.Kep., M.K.M, menjelaskan bahwa seminar ilmiah ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis setelah sebelumnya dibuka dengan kegiatan jalan sehat pada 24 April lalu.


Selain seminar ilmiah, rangkaian Dies Natalis nantinya juga akan diisi dengan kegiatan bakti sosial. Seminar ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum dan tenaga kesehatan yang ingin menambah wawasan terkait teknologi terbaru dalam penanganan dan rehabilitasi stroke.




“Harapannya sesuai tema Dies Natalis ke-90 Pendidikan Gunung Maria Tomohon, yakni menghargai masa lalu dan menginspirasi masa depan,” ujarnya.


Sementara itu, mantan dosen STIKES Gunung Maria Tomohon Silfana A Raintung SPD, S.Si.T mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut dan berharap mahasiswa maupun perawat yang sudah bekerja terus meningkatkan pengetahuan serta semakin tulus dalam melayani masyarakat di bidang kesehatan.


Adapun narasumber dalam seminar ini yakni dr. Albertus T. Lapian, Sp.N, dokter spesialis Neurologi RSU Budi Setia Langowan, serta Dr. J. F. Lisa Kapel, Sp.KFR, dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSU Gunung Maria Tomohon.


(Red**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Peduli Ancaman Stroke di Sulut, Sarjana Angkatan Pertama STIKES Gunung Maria Gelar Seminar Ilmiah

Terkini

Iklan CK