Iklan

DAW Honda

Wale Leos





PETI Kian Merajalela di Sangihe, Ketegasan Aparat Dipertanyakan

CitaKawanua.com
Saturday, 10 January 2026, 22:55 WIB Last Updated 2026-01-10T16:10:06Z


SANGIHE|||CK — Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kembali menjadi sorotan tajam publik. Meski berisiko besar merusak lingkungan dan mengancam keberlanjutan wilayah kepulauan, praktik tambang ilegal tersebut dilaporkan masih terus berlangsung hingga kini.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah titik PETI masih aktif beroperasi. Salah satu lokasi yang disorot warga berada di kawasan yang dikenal sebagai tambang ilegal Tanah Merah. Aktivitas pertambangan dilakukan secara tersembunyi dengan pola tertentu untuk menghindari pantauan aparat penegak hukum.


“Siang hari alat berat hanya diparkir di simpang, terlihat seolah tidak ada aktivitas. Tapi malam hari justru mulai beroperasi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (10/1/2026).


Kondisi tersebut memicu kecurigaan dan keresahan masyarakat. Warga menilai lemahnya penindakan hukum membuat aktivitas PETI semakin berani dan terkesan dibiarkan berlarut-larut.


Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Kepulauan Sangihe, untuk segera mengambil langkah tegas dan nyata guna menghentikan praktik tambang ilegal yang dinilai merugikan lingkungan serta generasi mendatang.


“Harus ada tindakan tegas. Jangan sampai terkesan ada pembiaran. Kalau ini dibiarkan terus, pulau kita bisa rusak,” tegas Junaidi Jacobus, salah satu warga.


Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu (10/1/2026) juga belum memperoleh tanggapan. 


(Red**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PETI Kian Merajalela di Sangihe, Ketegasan Aparat Dipertanyakan

Terkini

Iklan CK