Jakarta|||CK- Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Daniel Tumbelaka (MDT), dipercayakan sebagai Ketua Panitia Perayaan Natal MPR, DPR, dan DPD RI Tahun 2025.
Pada hari Selasa 13 Januari 2026, Tumbelaka bersama panitia Natal melakukan audiensi dengan Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin.
Dalam pertemuan itu, panitia menyampaikan agenda pelaksanaan perayaan Natal yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari 2026.
Martin Daniel Tumbelaka menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas waktu serta dukungan Ketua DPD RI yang telah menerima panitia natal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ketua DPD RI yang telah meluangkan waktu menerima kami panitia Natal MPR, DPR, dan DPD RI 2025. Ini menjadi kehormatan sekaligus penguatan moral bagi kami dalam mempersiapkan perayaan Natal bersama,” ujar Tumbelaka.
Tumbelaka menegaskan, perayaan Natal ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum mempererat kebersamaan, persatuan, dan nilai-nilai spiritual di lingkungan lembaga legislatif.
“Natal ini kami rancang sebagai ruang refleksi iman sekaligus sarana memperkuat persaudaraan, toleransi, dan semangat pelayanan di antara seluruh unsur MPR, DPR, dan DPD RI. Harapannya, nilai kasih dan damai Natal dapat menjadi spirit dalam menjalankan tugas kenegaraan,” tegasnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut membawa pesan kebangsaan yang kuat serta menjadi teladan harmonisasi kehidupan beragama di Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyambut baik rencana pelaksanaan perayaan Natal bersama tersebut dan memberikan dukungan penuh terhadap panitia.
“Saya mengapresiasi inisiatif panitia yang melibatkan seluruh unsur MPR, DPR, dan DPD RI. Perayaan Natal ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, kebhinekaan, dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Najamudin.
Ia juga mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan Natal dapat berjalan dengan lancar dan membawa berkat bagi semua pihak.
Perayaan Natal MPR, DPR, dan DPD RI 2025 ini diharapkan menjadi simbol kuat kebersamaan lintas lembaga serta mempertegas komitmen para wakil rakyat dalam menjaga nilai-nilai moral, spiritual, dan kebangsaan.
(MiRa)












