Iklan

DAW Honda








Pemrov Sulut



Pimpin Rakor TP3S, Rumajar Ajak Perkuat Gerakan Mapalus dan Inovasi CSSR

CitaKawanua.com
Wednesday, 3 December 2025, 21:05 WIB Last Updated 2025-12-04T08:13:50Z




TOMOHON|||CK- Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Tomohon Tahun 2025 yang digelar di BPU Kelurahan Talete Satu, Rabu (3/12/2025).


Kegiatan ini menghadirkan narasumber Murphy Kuhu, S.T.T., Anggota Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Daerah Kota Tomohon, serta dihadiri para perangkat daerah, kader, dan pemangku kepentingan lintas sektor.


Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sendy Rumajar yang juga Ketua TP3S mengapresiasi seluruh pihak yang memiliki komitmen kuat dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting di Kota Tomohon.


“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi indikator kualitas generasi kita di masa depan. Karena itu penanganan stunting adalah tanggung jawab lintas sektor, tidak hanya kesehatan tetapi juga pendidikan, sanitasi, pangan, sosial, hingga pemerintahan,” tegas Rumajar.


Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tomohon terus memberi perhatian khusus bagi generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah dan bangsa.


Tomohon sendiri menorehkan capaian positif dengan prevalensi stunting 10,5%, yang mengantarkan kota ini meraih peringkat pertama di Provinsi Sulawesi Utara.


Ia juga menekankan penguatan gerakan “Mapalus” dan pemantapan inovasi aplikasi CSSR (Cegah Stunting Sehat Raga) sebagai strategi menuju Tomohon Zero Stunting.


“Mari kita perkuat pemetaan kasus, percepatan intervensi, dan koordinasi lintas sektor. Tomohon harus bisa mencapai zero stunting lewat kerja kolaboratif yang terukur,” ujar Rumajar.


Rumajar menegaskan bahwa kerja kolaboratif menjadi kunci, sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang lima pilar TP3S, Komitmen kepemimpinan politik, Kampanye nasional dan perubahan perilaku, Konvergensi program pusat-daerah, Ketahanan pangan dan gizi dan Monitoring dan evaluasi.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah Kota Tomohon, Mareyke Manengkey, S.Pd, memberikan dukungan penuh terhadap upaya percepatan pencegahan stunting di Kota Tomohon.


“Kunci penanganan stunting adalah intervensi sejak dini, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga balita. Kami memastikan seluruh program Keluarga Berencana dan pendampingan keluarga berjalan maksimal, termasuk penguatan edukasi gizi dan layanan kesehatan reproduksi,” ujar Manengkey.


Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong koordinasi dengan kelurahan, puskesmas, dan kader KB untuk memastikan intervensi sensitif dan spesifik berjalan tepat sasaran.



(MiRa)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pimpin Rakor TP3S, Rumajar Ajak Perkuat Gerakan Mapalus dan Inovasi CSSR

Terkini

Iklan CK