DAW Honda


 

Iklan

Pemrov Sulut

Tiga Nyawa Melayang di Tuturuga, Basarnas Sulut Desak Pengelola Wisata Perketat Pengawasan

CitaKawanua.com
Sunday, 23 August 2026, 12:26 WIB Last Updated 2026-08-23T03:26:42Z

 



MINAHASA|||CK– Pascaoperasi SAR di Pantai Tuturuga, Kabupaten Minahasa, Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, S.IP., M.A.P., mengingatkan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas masyarakat di kawasan pantai dan perairan.


George menegaskan, keselamatan tidak boleh menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus menjadi prioritas, terutama di destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.


Ia mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang, dan arus sebelum melakukan aktivitas di laut. Pengunjung juga diminta mematuhi seluruh rambu, aturan, serta petunjuk keselamatan yang diberlakukan oleh pengelola destinasi wisata.


“Keselamatan harus menjadi prioritas. Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pantai maupun perairan harus memperhatikan kondisi cuaca, gelombang dan arus serta mengikuti aturan keselamatan yang ada,” ujar George.


Perhatian khusus juga disampaikan kepada para pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata, khususnya yang menawarkan aktivitas wisata berbasis perairan.


Menurut George, pengelola wisata memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan. Karena itu, pengawasan terhadap pengunjung perlu dilakukan secara lebih intensif, terutama pada titik-titik yang memiliki potensi bahaya.


“Pengawasan terhadap pengunjung harus ditingkatkan, terutama di lokasi yang memiliki potensi risiko tinggi. Jangan sampai aspek keselamatan baru menjadi perhatian ketika sudah terjadi kecelakaan,” tegasnya.


Selain memperkuat pengawasan, Basarnas juga mendorong pengelola destinasi wisata membekali petugasnya dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Search and Rescue (SAR), termasuk Bantuan Hidup Dasar (BHD).


Keterampilan tersebut dinilai sangat penting karena petugas di lokasi merupakan pihak pertama yang dapat memberikan pertolongan ketika terjadi kondisi darurat, sembari menunggu kedatangan Tim SAR.


“Kecepatan dalam memberikan pertolongan pertama sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Karena itu, kami mendorong seluruh pengelola wisata untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi petugasnya dalam menghadapi kondisi darurat,” ungkap George.


Basarnas Sulawesi Utara berharap penguatan pengawasan, kesiapsiagaan, serta peningkatan kompetensi petugas wisata dapat menjadi bagian integral dalam membangun sistem keselamatan di destinasi wisata perairan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan yang menikmati kawasan wisata pantai dan perairan di Sulawesi Utara.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab Tim SAR, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Pencegahan dan kesiapsiagaan harus dibangun sejak awal,” pungkas George.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tiga Nyawa Melayang di Tuturuga, Basarnas Sulut Desak Pengelola Wisata Perketat Pengawasan

Terkini

Iklan CK