![]() |
Penulis: Micky Ratag
Tomohon, CitaKawanua.com — Komitmen mempercepat penurunan angka stunting di Kota Tomohon terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Indonesia Membangun Pemimpin (IMP) Academy yang menunjukkan kepedulian melalui program pelatihan kepemimpinan sekaligus aksi sosial bagi anak-anak terdampak stunting.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H., saat menghadiri penutupan Pelatihan IMP Academy Indonesia Timur yang berlangsung di Command Center Pemerintah Kota Tomohon, Rabu (6/5).
Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan stunting, IMP Academy menyerahkan bantuan kepada 15 anak di Kota Tomohon. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Caroll Senduk bersama Ketua TP-PKK Kota Tomohon, drg. Jeand’arc Karundeng, Koordinator IMP Academy Tino Tandayu, Founder and Advisor IMP Academy Ary Wibowo, serta Chairman IMP Founding Member Bara Siahaan.
Dalam sambutannya, Caroll menyampaikan penghargaan atas kontribusi nyata IMP Academy yang tidak hanya fokus pada pengembangan kapasitas generasi muda, tetapi juga turut mengambil bagian dalam mendukung program-program kemanusiaan dan pembangunan daerah.
“Kami menyambut baik serta memberikan apresiasi atas komitmen IMP Academy yang telah mendukung upaya penanganan stunting melalui pemberian bantuan kepada masyarakat. Stunting merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk keterlibatan aktif generasi muda,” ujar Caroll.
Menurutnya, peran anak muda sangat penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting, baik melalui edukasi, sosialisasi, maupun aksi nyata yang berdampak langsung di tengah masyarakat.
Caroll berharap kegiatan yang digagas IMP Academy dapat menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
“Berbagai materi, diskusi, dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan kiranya menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak para peserta untuk tidak berhenti pada proses pelatihan semata, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut Caroll, gerakan bersama dalam penanganan stunting membutuhkan kepedulian, inovasi, dan keterlibatan seluruh pihak agar upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas dapat terwujud.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi awal lahirnya lebih banyak agen perubahan yang peduli terhadap persoalan sosial dan siap mengambil peran dalam pembangunan masyarakat, termasuk mendukung percepatan penanganan stunting di Kota Tomohon,” tandasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan generasi muda, Kota Tomohon terus memperkuat langkah menuju pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkelanjutan.





