Iklan

DAW Honda








Pemrov Sulut



Pentas Mahzani Sukses Dihentak, Loho Gaungkan Warisan Budaya Tombulu

CitaKawanua.com
Wednesday, 11 March 2026, 21:35 WIB Last Updated 2026-03-11T16:39:47Z


Tomohon|||CK- Pentas Mahzani Massal yang melibatkan 1000 pelajar di Kota Tomohon pada Rabu, 11 Maret 2026 menjadi momentum penting dalam upaya menghidupkan kembali tradisi Mahzani, salah satu warisan budaya masyarakat adat Tombulu di tanah Minahasa yang mulai jarang dipentaskan.


Ketua Panitia kegiatan, Armando Loho, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan budaya berskala besar ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga dunia pendidikan di Kota Tomohon.


Armando menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Secara khusus ia menyampaikan penghormatan kepada Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sri Sugiharta, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara Januar Pribadi, serta Ketua Tim Kesenian Kota Tomohon Jeand'arc Senduk-Karundeng.


Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon, para kepala sekolah, guru pendamping, orang tua, serta para pelajar yang terlibat langsung dalam kegiatan ini.


Menurut Armando, kegiatan Pentas Mahzani Massal 1000 Pelajar ini merupakan bagian dari program Fasilitasi Dana Indonesiana yang digagas Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk mendukung berbagai inisiatif pelestarian budaya di daerah.


Ia mengaku bersyukur karena proposal yang diajukan berhasil lolos seleksi dari ribuan usulan program dari berbagai daerah di Indonesia.


“Program yang kami ajukan adalah pendayagunaan ruang publik melalui pementasan Mahzani massal yang melibatkan 1000 pelajar di Kota Tomohon. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan,” ujar Armando.


Armando menjelaskan, Mahzani dipilih sebagai fokus kegiatan karena tradisi ini merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Minahasa, khususnya komunitas adat Tombulu.


Mahzani tidak hanya sebatas seni pertunjukan, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya, pengetahuan lokal, nilai moral, serta filosofi kehidupan yang diwariskan para leluhur kepada generasi penerus.


Karena itu, menurut Armando, upaya pelestarian Mahzani menjadi tanggung jawab bersama agar tradisi tersebut tidak hilang ditelan perkembangan zaman.


“Mahzani adalah warisan berharga para leluhur bagi generasi penerus di tanah Tombulu. Di dalamnya hidup nilai-nilai budaya, filosofi hidup, dan pengetahuan lokal yang membentuk jati diri masyarakat,” katanya.


Ia juga menilai semangat pelestarian budaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Tomohon yang terus mendorong upaya pelestarian tradisi lokal.


Dukungan tersebut terlihat dari keterlibatan Pemerintah Kota Tomohon bersama berbagai instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.


Armando berharap, melalui keterlibatan 1000 pelajar dalam satu panggung budaya, generasi muda tidak hanya mengenal tradisi leluhur mereka, tetapi juga memiliki kesadaran dan kebanggaan untuk menjaga serta meneruskannya di masa depan.


“Ini bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi sebuah gerakan bersama untuk menghidupkan kembali tradisi yang mulai terlupakan,” ujarnya.


Melalui Pentas Mahzani Massal ini, Kota Tomohon kembali menegaskan komitmennya sebagai daerah yang aktif menjaga dan merawat warisan budaya Minahasa agar tetap hidup di tengah generasi muda. (MiRa)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pentas Mahzani Sukses Dihentak, Loho Gaungkan Warisan Budaya Tombulu

Terkini

Iklan CK