![]() |
Tomohon|||CK — Kelompok Tani (Poktan) Mandiri Taratara yang merupakan binaan Kodim 1302/Minahasa menggelar Panen Raya Padi Organik di Sekretariat Poktan Mandiri Taratara, Jl. Srigunting, Kompleks Persawahan Bois Dua, Jumat (14/11/2025).
Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar, dalam sambutannya mengatakan bahwa panen padi organik ini merupakan capaian penting bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di Kota Tomohon.
“Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, kita patut bersyukur karena hari ini boleh menyaksikan hasil panen dari upaya dan kerja keras para petani. Beras tetap menjadi kebutuhan pokok seluruh masyarakat Indonesia, termasuk kita di Kota Tomohon. Karena itu, sektor ini memiliki peran strategis dalam perputaran ekonomi,” ujar Rumajar.
Ia menekankan bahwa panen kali ini memiliki nilai lebih karena padi yang dihasilkan tanpa bahan kimia, melainkan menggunakan pupuk organik dan metode alami dalam pengendalian hama.
“Beras organik lebih sehat, memiliki rasa dan tekstur yang lebih baik, serta ramah lingkungan. Praktik ini mendukung ekosistem yang sehat dan pertanian berkelanjutan,” tambahnya.
Rumajar juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan iklim, dinamika sosial dan tantangan ketahanan pangan. Pemerintah Kota Tomohon, kata dia, terus berkomitmen menjaga kelancaran distribusi beras dengan harga yang menguntungkan petani.
Ia mengapresiasi kerja keras Poktan Mandiri Taratara dalam kontribusinya terhadap ketersediaan bahan pangan di Tomohon.
“Saya berharap panen padi organik ini menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Kita menargetkan Tomohon dapat menjadi sentra pangan organik di Sulawesi Utara,” tegas Rumajar.
Dalam kesempatan tersebut, Rumajar juga menegaskan bahwa upaya penguatan sektor pertanian di Tomohon sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Kami di daerah tentu mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan. Kota Tomohon, dengan keterlibatan aktif kelompok tani seperti Mandiri Taratara, siap mengambil bagian dalam memastikan ketersediaan beras yang cukup dan berkualitas. Langkah-langkah seperti penerapan sistem organik ini merupakan wujud nyata kontribusi daerah terhadap agenda besar ketahanan pangan Indonesia,” ujar Rumajar.
Sementara itu, Ketua Poktan Mandiri Taratara, Rita Kambong, mengungkapkan bahwa panen raya ini merupakan bukti bahwa petani mampu menghasilkan padi berkualitas tinggi melalui metode organik yang lebih aman bagi lingkungan.
“Panen hari ini adalah hasil dari disiplin, komitmen, dan kerja bersama seluruh anggota kelompok. Kami memilih sistem organik karena ingin menghadirkan beras yang lebih sehat untuk masyarakat dan sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian kami,” ujar Kambong.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas pendampingan Kodim 1302/Minahasa, pemerintah kota, dan dukungan semua pihak.
“Kami berharap apa yang kami lakukan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Tomohon. Dengan pendampingan yang terus-menerus, kami siap meningkatkan produksi dan memperluas lahan organik ke depan,” tambahnya.
Hadir dalam kegiatan Panen raya ini turut dihadiri oleh Perwakilan Danrem 131/Santiago, Pasi Ter Mayor Inf Tri, Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, Jajaran PJU Kodim 1302/Minahasa, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut melalui Asisten Direktur I Made Dony, Kadis Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Wilhelmina Pangemanan, Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Karel Lala, Camat Tomohon Barat John Lonta, Ketua Poktan Mandiri Taratara, Rita, bersama seluruh anggota kelompok tani. (MiRa)












